Monday, January 4, 2021

Malas Menulis, Why?

Malas Menulis.  Pernah merasa malas untuk menulis?  Bagi yang tidak terbiasa dengan rutinitas menulis, wajar sih terserang rasa malas.  Bagaimana dengan yang memang menjadikan menulis sebagai aktivitas rutin?  Akhirnya, menjadi penulis yang nggak produktif deh.

malas-menulis

Menulis adalah aktivitas yang memerlukan skill khusus dalam merangkai kata-kata hingga menjadi tulisan yang layak baca dan mudah dicerna.  Tidak itu saja.  Ada aktivitas-aktivitas yang menunjang dalam menulis dan harus dilakukan.  Apa sajakah aktivitas-aktivitas tersebut?

  • Membaca berbagai literatur untuk menambah wawasan, kosa kata dan bahan tulisan terkait tema yang kita tulis.  Menyedihkan sebenarnya kalo kemampuan literasi di Indonesia rendah. Berdasarkan survei tahun 2018 dari Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara.  Salah satu penyebab rendahnya kemampuan literasi adalah lupa menghubungkan kemampuan menulis dengan kemampuan membaca (kompas.com  ,21/04/2020)
  • Bagi penulis yang belum menemukan gaya khasnya maka harus rajin membaca artikel atau buku agar  memberikan inspirasi dan kosa kata lebih banyak lagi untuk mengasah ciri khas dan gaya penulisan
  • Survei berbagai data yang diperlukan sebagai bahan dalam tulisan.
  • Menonton film, sinetron juga acara-acara dialog, mengikuti seminar dan ngobrol asyik dengan orang-orang. Semua hal itu bisa mengundang inspirasi dalam menulis serta menambah wawasan untuk bahan tulisan kita.
  • Bagi penulis fiksi tentu harus memiliki daya imajinasi maka latihlah agar mampu berimajinasi dengan baik benar.
  • Rajin beribadah & berdoa sesuai keyakinan masing-masing.

Demikian berbagai aktivitas yang menunjang rutinitas menulis dan biasanya memang saya lakukan.  Untuk poin 2 tentang ‘gaya khas’ dalam menulis sebenarnya saya skip ya, karena saya pribadi udah menemukan gaya khas saya yakni lebih suka nulis dengan gaya tulisan yang rada gaul.

Apakah Saya Pernah Malas Menulis?

Jelas pernah, walaupun aktivitas rutin saya adalah menulis.  Kalo udah malas menulis, saya pun nggak produktif dan blog pun nggak ada postingan baru.  Mengenaskan ya hahaha. 

Biasanya apa sih yang membuat saya malas untuk menulis?

  • Nggak ada ide mau nulis apa

Berasa stuck banget kalo udah begini.  Mampet.  Sampai-sampai saya bikin istilah ‘sembelit ide’.  Biasanya hal ini terjadi kalo saya harus menulis dengan pilihan terserah saya.  Saya pun berpikir keras, bagusnya nulis apa ya?  Paling nggak nulis hal-hal yang evergreen, yang selalu akan dicari orang pada mesin pencari kapanpun juga.  Ujung-ujungnya bingung dan bengong deh.

  • Terbebani dengan aktivitas survey data & mencari literatur

Rasa terbebani untuk survey data & mencari literatur bahan tulisan terkadang melanda.  Capek.  Jadi malas deh nulisnya.

  • Merasa down

Biasanya karena ada kritik yang kebangetan terhadap tulisan saya, lanjut page view (PV), domain authorithy (DA) dan domain rating (DR) menurun, apalagi sepi job menulis.  Duh jadi berasa down banget dah.  Barusan, di bulan Desember padahal tuh baru hepi-hepinya dapet DA 15, eh tau-tau asam lambung kumat dan tepar sampai seminggu.  Stop nulis dulu dan fokus istirahat. 

Begitu kondisi membaik, saya pun nulis tentang review Susu Jahe Sidomuncul . Terinspirasi dari khasiatnya yang memberikan rasa hangat, melindungi saya saat cuaca dingin dan berbarengan pada saat itu kondisi saya sedang sakit.  Sedihnya, berbarengan dengan kelarnya tulisan eh DA melorot 3 poin kemudian PV dan DR juga menurun.  Untung tulisan udah rapi jali, tapi pas ngeposting di blog jadi berasa beraaat banget.  Berat saking sedihnya. 

  • Ada kesibukan yang lain

Saya sebagai ibu rumah tangga selain mengerjakan tugas-tugas domestik (walaupun nggak semua sih saya kerjakan, kadang saya delegasikan juga ke laundry & warung makan hehe) juga kudu mendampingi anak belajar.  Apalagi selama pandemi kan pembelajaran jarak jauh (PJJ) .  Ujung-ujungnya kecapekan deh.  Kalo udah capek ya gitu, jadi malas menulis.

Solusi Saya saat Malas Menulis

  • Ketika rasa malas menulis udah mulai menyerang, dengan berbagai sebab yang udah saya sebutin di atas biasanya solusinya justru ada pada aktivitas tambahan yang menunjang aktivitas menulis. Ini udah saya sebutin ya di atas tuu.  Nggak sulit kok sebenarnya, yaitu beribadah & berdoa. Aktivitas ini jelas mampu menjadi pelipur lara, tempat curhat kepada Al Khaliq juga mampu membukakan pintu pikiran yang awalnya mampet.
  • Selanjutnya yaitu memaksakan diri untuk terus menulis.  Sebelum memaksakan diri, boleh istirahat sehari, dua hari atau mungkin seminggu.  Jangan kelamaan juga dong istirahatnya.  Biar nggak rempong manasin ‘mesin’ dalam diri supaya bisa lanjut nulis lagi.  Selama istirahat boleh deh sambil melakukan aktivitas penunjang rutinitas menulis, entah ngobrol dengan masyarakat sekitar atau nonton film dan lain-lain yang bisa menyegarkan pikiran.  Dari aktivitas tersebut malah bisa-bisa mendatangkan inspirasi dan menjadi ide untuk tulisan kita.
  • Sewaktu staycation di rumah ortu, saya tetep wisata kuliner  So, ibarat kata sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui alias bikin otak fresh, perut kenyang sekaligus ide-ide yang akan diangkat sebagai tulisan pun mengalir lancar. Nih hasilnya ada di Tongseng Ayam & Steak Tenderloin  
  • Saya juga biasanya blogwalking yaitu mengunjungi, membaca  dan berkomentar pada berbagai blog yang ada di dunia maya.  Menurut saya,  blogwalking pun aktivitas yang mengundang inspirasi menulis.  Buat buka laptop pun nggak berasa berat.

Apa Kata Bu Dosen tentang Malas Menulis
 

Malas Menulis


Nailiya Nikmah adalah seorang akademisi sekaligus blogger.  Menurut Nai – panggilan akrabnya, pada umumnya orang yang tidak terbiasa menulis, sulit untuk menuangkan pikiran dalam tulisan, kecuali saat terdesak oleh keadaan.

“Mahasiswa misalnya, baru akan menulis jika ada tugas dari dosen,” ungkap Nai.

Nai kemudian memaparkan bahwa kendala yang paling umum dihadapi adalah sulitnya merangkai kata-kata menjadi kalimat yang baik dan benar, sulit mengembangkan paragraf.  “Kadang-kadang ketiadaan ide juga menjadi kendala,” tambah Nai.

Jadi ujung-ujungnya malas nulis dong ya, apalagi bagi yang tidak terbiasa menulis.

Kepo’in Solusi dari Ahlinya

Malas Menulis


Kalo sebelumnya saya udah memberikan solusi bisa rasa malas melanda saat menulis, kali aja kurang cespleng ya.  Founder dari Revowriter Training Center yaitu Asri Supatmiati memberikan solusi yang semoga manjur ya, jadi rasa malas pun musnah. 

“Tipsnya supaya tidak malas menulis berarti yang pertama temukan dulu strongway atau motivasi kenapa sih kita harus menulis.  Saya mengajarkan kepada teman-teman kenapa kita harus menulis karena sekarang itu adalah era digital, era internet, di mana semua kebutuhan akan informasi di dunia internet itu berbasis tulisan dan dengan tulisan itu maka jangkauan kita untuk membagikan gagasan itu jauh lebih luas dan efektif.  Tidak terhalang waktu dan ruang.  Tulisan selama dibuat dan diunggah di media digital maka akan bisa dinikmati kapan saja, dari mana saja.  Nah ini adalah cara yang efektif dan efisien untuk menyampaikan gagasan,” demikian Asri menjelaskan.

Kedua, kita memiliki ilmu dan pengalaman hidup yang semua itu dititipkan Allah kepada kita bukan untuk kita sendiri namun juga untuk dipelajari bagi orang lain, sehingga kita punya kewajiban untuk membagikan itu (ilmu & pengalaman hidup) kepada orang lain melalu sarana tulisan,” tambah Asri.

Ia pun memberikan solusi ketiga yaitu teknisnya harus bertekad misalnya membuat jadwal tersendiri, meluangkan waktu bukan menunggu waktu luang. Punya jam duduk yang artinya konsisten setiap dalam seminggu minimal meluangkan waktu 2 jam atau 1 jam tiap hari juga boleh. Minimal setidaknya dalam 1 minggu ada waktu kita  konsentrasi, duduk manis untuk menulis.

Bagaimana dengan yang keempat?  “Kalau kita sudah konsisten pada jam duduk tadi, maka selesaikan tulisan itu sampai tuntas.  Bila sudah tuntas tentu ada perasaan lega. Kemudian yang kelima bagikan tulisan itu agar kita mendapatkan apresiasi,” tambahnya,

Menurut Asri apresiasi pembaca akan menambah semangat kita untuk menulis.  “Jangan malu, harus pede untuk membagikan tulisan,” tegasnya.  Ia pun menambahkan bahwa tanggapan atau feedback baik positif atau negatif itu sangat penting bagi kita untuk menambah motivasi menulis. 

Terkait teknis menulis secara standar adalah solusi keenam maka Asri mengingatkan bahwa tulisan intinya ada pembukaan, isi dan penutup.

“Untuk pembukaan bisa kata-kata mutiara atau fakta-fakta kekinian. Kemudian isi tulisan adalah yang berkaitan dengan ide-pemikiran-gagasan kita dan penutup adalah kesimpulan dari tulisan kita,”jelasnya.

Asri yang juga adalah jurnalis Radar Bogor mengingatkan bahwa saat ini adalah era digital,ere emas, era gemilang untuk menulis karena teknologi membuat kita mudah untuk mendapatkan sarana menulis. 

”Misalnya cukup dengan handphone atau kalau malas mengetik bisa menggunaka voice yang bisa berubah menjadi teks dan tinggal edit. Untuk menyalurkan tulisan pun bisa di instagram, facebook, blog, jadi sangat rugi bila tidak kita manfaatkan,”pungkasnya.

💢💢💢

Nah, semoga bagi yang ingin menjadi penulis bisa semangat setelah membaca tulisan ini.  Demikian juga bagi para penulis semoga bisa tetep produktif, walopun lagi sepi job (kaya saya hehehe) namun tetap berusaha nambahin tulisan organik pada blog.



56 comments

  1. Saya kalau malas menulis biasanya karena malas memulai, hihihi. Kadang-kadang karena terbebani juga, baik karena survey data ataupun hal simple seperti harus menulis sekian kata, hahhah, *selfkeplak*.

    ReplyDelete
  2. Sama...sama..bagian terbebani survey dan literatur tuh kadang membuat makin redup semangat untuk menulis. Padahal awalnya semangat banget. Sampai sekarang yang paling bisa njewer buat nulis ya jadwal menulis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadwal nulis dengan deadline tegas ya, pasti manjur.

      Delete
  3. Kalau saya kebanyakan karena kehabisan ide :) dan sibut sama aktivas lain, sering kali udah dapet ide ilang gitu aja gara2 ada pekerjaan lain. Akhirnya ga jadi2 deh nulisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul banget. kemudian aku perlahan belajar untuk memanfaatkan dan meluangkan waktu supaya bisa nulis. paling sebel kalo ada aktivitas lain yang mendadak dan akhirnya cencel deh rencana nulisnya.

      Delete
  4. dengan staycation biasanya aku bisa dapet inspirasi, tapi lagi pandemi jadi belum berani kemana-mana :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasrah pada 3M akunyaa...kecuali kl diberlakukan PSBB nah baru deh mendem di rumah.

      Delete
  5. Bener, sebagai tukang nulis, gak boleh merasa cukup. Harus teruuuus belajar dari banyak aspek. Bisa juga ikutan kelas menulis untuk membuka wawasan.

    Aku kalo lagi malas nulis, bangkitin moodnya dari nonton :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo sekarang aku ikutan kelas nulisnya para blogger yang daftar dulu dan kemudian diseleksi bisa ikut atau ngga, berhubung gratisan wkwk.

      Delete
  6. Menulis menjadi menyenangkan ketika berbagi pengalaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, itulah gunanya blog di sini. Menulis pengalaman kemudian diposting.

      Delete
  7. Yihaaa, artikel ini kok ya pas banget dgn kondisi yg sedang saya alami.
    Makasiii mba
    Writer's block itu sering menyerang sih.
    semogaaaa 2021 kita lebih produktif yha

    ReplyDelete
  8. wkwkwkwk
    aku pernah sih mba bener-bener malas menulis. malas menyeret tubuh dari kasur. sampai akhirnya baju-baju aku laundry, taman aku minta orang buat bersihin.
    tapi kalau blog cukup lah aku yang mengurus. hehehe. masih PR banget biar si males ini nggak mudah datang

    ReplyDelete
  9. Biasanya saya kalau beberapa hari berhenti menulis, mau mulainya lagi agak berat. Makanya, saya harus terus berusaha menulis. Biar gak keterusan malasnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak sekarang, saya masih agak malas-malasan gara-gara pengen nikmati santai. Eh, malah keterusan. Harus mulai rajin lagi heehe

      Delete
  10. saya sering stuck sewaktu ikut one day one post
    harus memahami topik/instruksinya kemudian riset
    terlebih saya termasuk orang yang susah warm
    kalo udah gitu, maunya sembunyi dibawah selimut trus tidur :D

    ReplyDelete
  11. Wah makasih byk tipsnya mba, ini aq banget kadang suka mampet ide alias malas nulis, biasanya aq lakuin apa yg aq suka mulai dr setel musik yg kenceng sm sedia cemilan favorit buat naikin mood, semoga di thn ini kita semua diberikan semangat untuk lebih produktif ya ka

    ReplyDelete
  12. (((sembelit ide))) :D
    Aku sering males nulis :D Mungkin karena jenuh. Aku nulis buat dapetin materi sejak masih kuliah. Sekarang anak sulungku udah kuliah dan aku tetap menulis.

    Tiap kali males atau jenuh, aku istirahat aja dulu. Tapi istirahatnya penulis kali ya. Teteeeup, baca buku :D Abis itu, nulis lagi.

    Panjang ceritanya. Intinya bagiku, kalau nggak nulis itu seperti mengingkari nikmat-Nya. Nikmat bisa menulis. Tapi kalau memang males....istirahat aja dulu. Biasanya karena capek atau jenuh.

    ReplyDelete
  13. Yang saya rasakan sih memang harus menemukan kenapa saya menulis.. wkt banyak job banyak nulis pas jarang job jadi jarang berarti motivasinya harus diubah... hehe..aku juga udah nulis soal motivasi ini sih...

    ReplyDelete
  14. Aku jadi inget ada temen influencer yang blg kalo menang lomba blog itu sama aja kaya menang lomba ig, ga perlu mikir. Wah attitude yang ga elok menurutku. Karena seriously menulis itu butuh riset dan mikir ya mba, effort banget loh

    ReplyDelete
  15. Tips-tips dari Mba Asri Supatmiati ini cukup manjur menurut saya. Hehehe. Soalnya sering merasakan hal sama dan mempraktikkan hal sama.

    Lebih jauh lagi menurut saya malas itu harus beralasan. Misalnya, lagi malas nulis, ya semoga gak malas membaca. Jadi, menulisnya stop dulu, sementara membaca aja buku-buku atau bacaan ringan, yang penting otak gak mati. Kalo apa-apa malas, itu udah pasti kita gak punya motivasi, udah pasti lagi ada masalah/ problem. Ya udah, beresin dulu masalah yang lagi dihadapi, pasti deh nanti malasnya hilang. Semua hal ada alasannya kan Mba Mia?

    ReplyDelete
  16. Nah, kita harus menemukan strongwhy ini ya agar malas menulis enyah dari keseharian kita.

    ReplyDelete
  17. kalau saya kadang bukan masalah malas menulisnya tapi terdistraksi sama kegiatan lain kayak youtube. heu. makanya kagum banget sama yang bisa konsisten nulis tiap hari

    ReplyDelete
  18. Saya kalau pas ketemu kata mentok atau malas dalam menulis, biasanya saya ngobrol dengan teman-teman atau menggantinya dengan kegiatan craft. Setelah itu biasanya muncul banyak ide. Meski hanya ide sederhana seperti mengulas tentang film atau buku.

    Dulu tidak punya target. Tapi sekarang menargetkan diri untuk menulis setidaknya 3 artikel/bulan. Cara ini ternyata juga ampuh. Kita jadi bersemangat dan disiplin dengan pengaturan waktu.

    ReplyDelete
  19. Aku pernah mba. Idenya stuck gegara tergerus rutinitas. Dan biasanya aku nulis itu ktk masalah hidup sdh nemu solusi. Akhir2 ini hidup hampir gak ada masalah jd mencoba mencari masalah dr org lain n membantu solusinya lwt tulisan aja. Hehe

    ReplyDelete
  20. Kalau saya gak nulis di blog bukan karena malas, tapi karena waktunya belum diprioritaskan alias masih hal lain yang lebih dulu minta dikerjakan.
    Kalau misalpun ada rasa agak malas, biasanya segera saya atasi dengan menulis di instagram dulu karea cepat dan pendek, biasanya nanti terpancing untuk menulis lebih panjang dan dalam buat dimuat di blog.

    ReplyDelete
  21. Aku banget nih mbak. Susah banget nemuin mood untuk nulis. Tapi sekalinya nulis, bisa 3 sampai 5 artikel sehari. Akhir-akhir ini aku juga emmaksakan diri untuk menulis karena terpaksa harus recycle resolusi tahun 2020. ^^

    ReplyDelete
  22. Aku sih ga malas. Ide menulis overload malah. Biasalah urusan domestik lebih didahulukan. Sekarang ini aku lagi berusaha bisa masak bervariasi buat suami dan anak2. Aku juga memang ga boleh kebanyakan duduk terlalu lama oleh dokter karena suatu hal. Menulis tetap seperti biasa meskipun mungkin dikurangi intensitasnya. Ya tergantung sikon aja sih yang jelas alhamdulillaah ga malas hehehe :D

    ReplyDelete
  23. Emang salah satu solusinya itu kudu dipaksain ya Mbaa. .. Minimal sehari harus bisa kelar satu tulisan dan terus dilatih biar konsisten, nanti hasil kan bakal ngikutin

    ReplyDelete
  24. Makasih sharing tips malas menulisnya. Nah, kalo aku menulis di blog engga malas, justru memang ngeblog waktunnya me time. Cuma terkadang waktunya yang belom sreg karena pekerjaan offline yang menyita, masih ada prioritas lain, Jadinya suka malam2 jatah ngeblog.

    ReplyDelete
  25. mungkin kalo kasus aku bukan malas menulis, tapi agak mager memulai buka laptop, tapi kalo udah buka laptop bisa ngalir aja sih tulisan di blog, malah pernah dalam waktu setengah hari bisa menghasilkan 3 tulisan. masalah ku di mager buka laptop huhuhu

    ReplyDelete
  26. Pernah malas nulis? Sering apalagi kalau ada hal-hal tertentu yang bikin malas ngapa-ngapain. Biasanya sih memaksa nulis tapi yang ringan-ringan dulu. Nanti kalau mood balik, baru deh pilih yang tulisan panjang

    ReplyDelete
  27. Jujur di tahun 2020 lalu jumlah tulisan di blogku jauuuuuuh berkurang. Malas memulai dan rasanya terlalu lelah untuk memulai hehehe....Kadang ide tuh ditaruh di draft trus ga dilanjutin, pas mau dilanjutin bingung...Hahaha...Emang mau ga mau harus diselesein ya biar ga kelihatan malas

    ReplyDelete
  28. bener banget nih kita juga nggak boleh harus malas-malas terus-terusan yang harus kita pelihara yang penting kita harus tetap semangat buat bisa berkarya dan juga tentunya bisa menginspirasi banyak orang

    ReplyDelete
  29. Kalau aku termasuk suka menulis. Tapi pernah sih juga pernah alamin malas menulis. Tapi bentar aja sih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAhaaa, bakalan ada masanya males yaa..
      LAngsung butu piknik, staycation bakalan fresh lagi ya MAk

      Delete
  30. benar sekali mbak, kadang malas menulis itu karena nggak punya ide mau nulis apa
    tapi paling sering sih karena bnyaknya kesibukan, jadi g punya waktu buat nulis

    ReplyDelete
  31. Aku juga pernah mengalami masa malas menulis, tapi mood menulis segera muncul lagi biasanya sehabis nonton film :)

    ReplyDelete
  32. Setuju dengan tulisannya, Mba. Terutama soal waktu luang. Kebanyakan orang mencari waktu luang untuk menulis, padahal yang benar adalah meluangkan waktu untuk menulis. Karena kalau mencari waktu luang nggak akan pernah ketemu. Selalu sibuk. Tapi kalau meluangkan waktu, mau ga mau wajib menulis.

    ReplyDelete
  33. Mba tulisannya bermanfaat banget,,, aku manggut-manggut dari awal pas baca, bener semua soalnya masalah yang suka dihadapi yang bikin aku males menulis, terutama kalo aku tuh ide dan pengennya selalu SEO Friendly. terus solutif pula tulisan ini, ngasih info training pula,,, thank you banget udah nulis ini mba,,, sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  34. Malas menulis itu biasanya karena mager kalau aku, apalagi Desember kemarin tulisanku cuma sedikit dari bulan sebelumnya deh. Tahun ini pengen lebih rajin lagi menulisnya.

    ReplyDelete
  35. Aku juga lagi ditimpa masa masa malas menulis nih.. huhu. entahlah kenapaaa, tapi kayanya emang kadang kita butuh waktu rehat sejenak dl yaaa.. asal ga keterusan ajah. wehehehee.. makasi sharingnya ya maaaak

    ReplyDelete
  36. Kalau aku malas menulis itu karena malas mengurangi jam tidur. Hehe
    Waktuku nulis kan saat orang rumah tidur, berarti kudu begadang. Nah kalau lagi ngantuk, capek yaa ikutan bobo deh.

    ReplyDelete
  37. Aku kalau malas nulis ta ganti baca buku dan nonton film. Biasanya langsung ada ide buat nulis review buku atau film

    ReplyDelete
  38. Kadang kalau pas malas menulis, aku suka diemin aja dulu hehe. Rangsang sama baca eh langsung deh mood membaik

    ReplyDelete
  39. Memang bener banget ini yaa..
    Kita harus memiliki strong why dulu agar bisa menulis setiap hari.
    Istilahnya unik yaa...sembelit ide. Hehehe...

    ReplyDelete
  40. Terlalu banyak excuse sehingga nggak nulis-nulis deh jadinya
    Huhu padahal kalau ga dipaksa disiplin bakalan ga bisa

    ReplyDelete
  41. Kalau saya draft tulisan numpuk mba, eksekusinya yang belum terlaksana.
    Alasannya karena blog belum masuk ke prioritas yang ķudu dikerjain tiap hari.

    Selain itu juga waktunya, biasanya supaya bisa ngeblog harus bangun lebih pagi ketimbang biasanya supaya tulisan kelar.

    Sering bangunnya udah mepet sama matahari terbit. Jadinya ngga sempet megang tulisan di blog.

    Saya pribadi ngga bisa terlalu sering begadang buat ngerjain blog sekarang, takut daya tahan tubub menurun.

    ReplyDelete
  42. Kalau saya ngga update blog karena blog belum masuk skala prioritas yang harus saya kerjakan tiap hari.

    Padahal draft numpuk banyak tapi belum dieksekusi.

    Pengen deh punya waktu khusus di siang hari buat ngeblog tanpa digangguin urusan rumah tangga. Biar bisa update terus.

    ReplyDelete
  43. aku sering banget nih dilanda malas menulis. mungkin karena ga ada goal yang aku terapin ya. jadinya, kalau udah malas ya dibiarin aja

    ReplyDelete
  44. Daku setiap hari tuh nulis, tapi bukan di blog nulisnya :)
    Mungkin karena udah kelelahan nulis di tempat lain, akhirnya jadi malas nulis di blog sendiri. Problem banget, karena jadi sedih blognya update sesekali saja.

    ReplyDelete
  45. alhamdulillah kalo menulis aku gak males mak, cuma penyakit tuh males buka laptopnya ahahha kalo laptop udah kebuka mah, cuss ngalir aja itu tulisan

    ReplyDelete
  46. rasanya emang kudu dipaksain menulis itu. Bisa menulis di mana mana tentunya. paling tidak saat kita mulai cerewet menulis, di situ akan ditemukan berbagai macam ide

    kalau aku cara menemukan ide bisa dari mana saja. Asal akunya perhatian dan pahamin, bisa deh menulis

    Ya kadang bengong pas di depan laptop, wajarlah. Suka kesel, nangis juga kalau sama sekali jemari gak ketak ketik.


    makasih banyak sharingnya, Mbak. Semangat menulis, biar gak sembelit ide, hihihih

    ReplyDelete
  47. Kalau aku sih ga malas ya mbak, cima buanyak terdistraksi urusan domestik, anak2, masak2 dll hahaha :D Ide dan bahan malah segambreng cuma badanku ini ga mampu aja. Ga boleh kelamaan duduk karena faktor tulang punggungku :) Sebulan 5-6 judul udah okelah yang penting hobi nulis selalu tersalurkan apalagi kalau ada artikel yang dibayar heheheh alhamdulillaah ya.

    ReplyDelete
  48. Kalau boleh berbagai, aku biasanya maksain sehari minimal 15 menit Julia, meski itu hari sabtu ato minggu aku tetep upayakan ngedraf, soalnya klo bolong sehari aja mood nulisnya manasinnya lama bgt, baca buku, nonton Dan jalan2 juga jadi salah satu cara biar ga sembelit ide

    ReplyDelete

Terima kasih untuk kunjungan & komentarnya ya. Jangan bosen mampir ke blog ini. Oya, jangan tuliskan link hidup pada komentar Anda.