Langsung ke konten utama

Postingan

Open Trip Dua Negara 5 hari 4 Malam (Part 2)

26 Desember 2018 (Batam – Melaka – Kuala Lumpur)
Subuh hari di Batam. Masih gelap gulita. Untungnya di kamar udah ngupi dan ngeteh. Kamar hotel udah dilengkapi teko listrik. Jadi tinggal tuangkan air mineral atau air kran dari wastafel (terserah anda deh), kabel teko colokin ke stop kontak trus pencet tombol on. Nanti kalo airnya udah mendidih, tekonya bakal off sendiri kok. Selain teko listrik, juga ada teh celup,  nescafe classic alias kopi item & creamer juga gula sachet plus sepasang cangkir. Buat ganjel perut di subuh hari, masih ada sisa cemilan yang kami bawa untuk bekal perjalanan kemarin selama di pesawat dan transit.
Postingan terbaru

Open Trip Dua Negara 5 Hari 4 Malam

(25 – 29 Desember 2018) #Part 1

Bermula dari anakku, si boy yang mulai rewel karena liburan udah berjalan beberapa hari sejak tanggal 17 Desember tanpa sesuatu yang istimewa menurut dia.  Apalagi paspor yang dibikin 2016 lalu udah nganggur 2 tahun. Akhirnya, dana dari kakek & nenek tercintah pun cair, itung-itung sebagai reward atas pencapaian si boy selama studi & belajar hidup mandiri di boarding school.
So, emaknya pun kepoin sana-sini, modal nekat, tau sendirikan kalo harga tiket pesawat pastinya pada mahal di musim liburan. Akhirnya, begitu dapet info promo open trip dua negara 5 hari 4 malam dari sebuah travel di Banjarbaru, kukasih liat tuh info ke mamaku alias neneknya si boy. Berhubung beliau ok aja, akhirnya, jadilah kami sekeluarga (aku, suami & si boy) ikut open trip. Alhamdulillah, Barakallahu.

Serunya Open Trip

Masih gagal move on dari liburan? Well, aku juga hehe. Ditambah lagi dengan jeda no trip ke luar Kalimantan dalam setahun barusan. Dananya fokus untuk ngelanjutin sekolah anakku semata wayang ke boarding school. Finally, akhir Desember  2018 barusan dapet kesempatan untuk nge-trip yang beda dari biasanya.

Peran Kaum Milenial dalam Pariwisata Global

Geliat pemerintah untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan domestik & mancanegara semakin nampak. Berbagai event festival baik untuk lingkup kunjungan lokal, nasional hingga internasional digelar. Eksplorasi & pembangunan infrastruktur pada berbagai objek wisata pun digarap. Harapan dari upaya ini adalah menjadikan sektor pariwisata untuk mendulang pendapatan baik bagi negara maupun daerah. 
Berdasarkan data Indeks Pariwisata Indonesia (2016), ada 10 daerah yang meraih peringkat tertinggi (skala 0–5), yaitu Denpasar, Surabaya, Batam, Sleman, Semarang, Badung, Bandung, Banyuwangi, Bogor & Bantul. Riau pun menyumbang untuk pendapatan daerah dari sektor pariwisata sebesar Rp.4,2 miliar (2017). 
"Perolehan devisa negara dari sektor pariwisata sejak tahun 2016 sudah mengalahkan pemasukan dari migas dan di bawah pemasukan dari CPO. Diperkirakan pada tahun 2019, sektor pariwisata menjadi penyumbang utama devisa utama Indonesia,"demikian Menteri Pariwisata (Menpar) …

Let's Grow Happy!

Tentu kita bisa melihat rasa bahagia yang terpancar pada wajah anak-anak kita bila ia mendapatkan sesuatu ataupun berada pada momen yang menyenangkan hatinya.  Ia tentu merasa bahagia saat mampu menikmati makanan dan minuman favoritnya.  Apalagi bila diajak ke arena bermain, ke pantai atau ke kolam renang bahkan mendapat hadiah berupa mainan yang ia idamkan. Namun, ternyata justru sebenarnya kebersamaan orangtua dalam setiap aktivitas sang anak yang justru membuat anak-anak kita ini bahagia.
But, sejenak melihat kondisi anak-anak yang berada di daerah konflik (perang & bencana alam), marjinal dan terbelakang, hati ini serasa teriris. Entahlah, dari mana mereka mendapatkan kebahagiaan dan bagaimana mereka mampu untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Diberitakan oleh Mint Press News, sekitar 85.000 balita dalam 3 tahun ini (2015 – 2018) di Yaman yang masih saja bergejolak, tewas akibat kekurangan gizi. Kondisi anak-anak di daerah konflik tentunya selain kekurangan gizi, sanitasi ya…

Stay Alive for nge-Blog #FBBKolaborasi

Tentang aku & nge-blog selama tahun 2018
Wah, pergantian tahun udah di depan mata aja nih.  So, memang nggak salah #FBBKolaborasi memutuskan tema Blog Achievement 2018 di bulan Desember ini. Setidaknya aku bisa berbagi cerita juga menjadikan tulisan ini nanti sebagai bahan introspeksi untuk melangkah maju di tahun berikutnya.
Supaya nggak kebanyakan cerita throwback, so aku nulisnya fokus tentang nge-blog di tahun 2018 ini aja ya. Oya, kita bisa juga baca-baca tentang kisah Blog Achievement 2018 dari para member FBB lainnya yang ikutan nimbrung dalam #FBBKolaborasi bulan ini dengan mengklik  link ini ⇒#FBBKolaborasi
Baidewei, ngeliat arsip postingan pada blogku, keliatannya pas bulan Februari 2018 baru mulai aktif posting berbagai tulisan.  Nah kenapa tuh jadi baru bulan Februari? Mungkin karena udah mulai nyetrum nih semangat nge-blognya, berhubung udah gabung komunitas blogger Female Bloggers of Banjarmasin (FBB).  Dibanding dengan bulan-bulan di tahun-tahun sebelumnya (umur …

Yuk Dengerin Shalawat dari Para Munsyid Internesyenel

Qamarun, Qamarun, Qamarun Sidnan Nabi, Qamarun Wa Jameel, Wa Jameel,  Wa Jameel Sidnan Nabi, Wa Jameel  Wa Kafful Mustafa Kal Wardi Naadi  Allah Allah  Wa Itruha Yabqa Iza Massat Ayaadi  Allah Allah  (Qamarun by Mostafa Atef -klik namanya bagi yang ingin dengerin)
Duh, adem hati rasanya mendengar lantunan shalawat terlebih lagi saat ini bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran junjungan & suri teladan kita yaitu Rasulullah SAW.