Haruskah Menjadi Iron Man?

-melawan Anemia-

Bersama para blogger di acara Maltofer Woman Community
Menjadi Iron Man supaya tidak kekurangan zat besi?  Hehe, Emak halu deh
.
Pada bulan lalu, Emak merasa lemas dan terkadang pandangan pun berkunang-kunang.  Belum makan?  Udah dong.  Apalagi Emak termasuk orang yang memang suka makan. Akhirnya Emak pun ke klinik terdekat dan mengukur tensi darah.  Ternyata hasil tensi 94/70.  Sebenarnya dalam dua tahun ini tensi darah Emak selalu dalam kisaran 94-96. Nggak pernah lagi mencapai 100-110.  Waktu itu Emak ngehnya kalo tensi rendah artinya kurang konsumsi zat besi.

Akhirnya, ketemu jodohnya nih bisa ikutan di acara Maltofer Woman Community yang membahas tentang “Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Kehidupan Pertama”.  Lagi hamil?  Nggak.  Tapi tentunya karena acara tersebut ada booth tes Hb (hemoglobin) – yakni tes tentang normal & abnormalnya kadar hemoglobin yang merupakan molekul protein pada sel darah merah. Hb bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan mengembalikan karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan melalui pernafasan.  Hb juga menjaga bentuk sel darah merah. 

Pada acara ini karena narasumber juga adalah para dokter kan bisa sekaligus konsultasi di sesi tanya jawab.


Booth Tes HB
Bertempat di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, ruang Venus lantai 2, pada tanggal 27 Oktober 2019 Emak pun ikutan hadir di acara Maltofer.  Kelar registrasi, langsung deh mlipir ke booth tes Hb.  Ini pertama kalinya Emak tes Hb hehehe. Ternyata teknisnya sama dengan kalo kita tes gula darah, trigliserida & asam urat. Begitu jari telunjuk ditusuk jarum, tetesan darah yang keluar pada jari dimasukkan ke strip pengukur yang sudah terpasang pada alat pengukur digital khusus tes Hb.  Hasilnya, yaa..kata mbaknya, Hb Emak 11.  Kadar normalnya 12-16.  Jadi terhitung kurang tuh sel darah merahnya.  Ok, karena udah tau apa solusi dari anemia. Emak sok cooling down deh hehe...

Yuk ah, gak perlu galau dengan ke-Anemia-an kita hehe.  Mending jadikan Maltofer sebagai asupan suplemen zat besi untuk sehari-hari.  

Oya, materi pertama dari acara  Maltofer ini juga menarik banget.  Disampaikan oleh dr.Gladys Gunawan, Sp.A (K), materinya membahas tentang "Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Kehidupan Pertama".

Awalnya bertanya-tanya ya tentang ‘1000 hari kehidupan pertama’.  Kehidupan siapa?  Oh ternyata, kehidupan janin yang kita kandung.  Jadi di saat kita mengandung, jangan sampai menjadi ibu yang kurang gizi.  Imbasnya tentu kepada janin yang kita kandung dan tidak dapat diperbaiki di masa kehidupan selanjutnya.  Jadi, status nutrisi ibu sangat berperan penting.  

1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah masa sejak anak dalam kandungan hingga seorang anak berusia 2 tahun (24 bulan).  Periode ini adalah masa terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat, yang mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna.  Nah, makanya asupan nutrisi yang optimal tentu sangat penting untuk proses pertumbuhan di 1000 HPK ini.  Termasuk asupan zat Besi supaya tidak kekurangan zat besi.

Pantes ya, pas emak nikah kemudian positif hamil, kemudian periksa ke bidan. Waduuuh dikasih sangu tablet tambah darah banyak banget untuk konsumsi harian.  Ditambah wejangan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi.

Jadi, zat besi ternyata sangat penting untuk perkembangan otak termasuk perkembangan motorik & struktur otak.  Bila terjadi defisiensi (kekurangan) zat besi pada ibu, tentu akan mempengaruhi status zat besi dan perkembangan otak pada janin.  Memungkinkan terjadinya peningkatan risiko defisiensi besi & perubahan perilaku bayi. 
dr.Gladys Gunawan, Sp.A (K) & dr. Carlinda Nekawati
Kekurangan zat besi pada bayi memberikan efek pada :
-Kinerja kognitif jangka pendek dan jangka panjang
-Perilaku sosio-emosional
-Perkembangan motorik

Jadi, agar kebutuhan zat besi tercukupi baik pada ibu maupun janin maka konsumsilah makanan yang tinggi kandungan zat besi –daging sapi, daging ayam, kacang-kacangan, sayuran hijau- juga produk suplementasi besi ( produk yang direkomendasikan tentu Maltofer).

Wah, pas banget kan apa yang disampaikan oleh dr.Gladys.  Dokter yang memang menangani tumbuh kembang anak ini paham betul apa yang dibutuhkan oleh ibu hamil & janin dalam kandungan.

Dilanjutkan kemudian oleh dr.Carlinda Nekawati - Medical Junior Manager Combiphar yaitu perusahaan produsen Maltofer.  Ia pun menjelaskan kepada para peserta yang hadir, yaitu Ibu-Ibu Profesional Kalsel & Female Blogger Banjarmasin tentang Anemia & keunggulan Maltofer.

Anemia adalah istilah medis terkait kurangnya sel darah merah pada tubuh manusia.  Kurangnya sel darah merah ini adalah gejala dari kurangnya zat besi pada tubuh.  Risiko tinggi terkena anemia dimiliki oleh wanita dewasa, ibu hamil, anak-anak dan manula. Gejala yang tampak biasanya mudah lelah, penurunan prestasi & sistem kekebalan tubuh dan pada anak bahkan bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

Bagaimana agar zat besi bisa tercukupi pada tubuh dan terhindar dari anemia?  Tentunya bisa dibantu dengan konsumsi suplementasi zat besi.  Dosisnya sebagai berikut:   

- Ibu Hamil : suplementasi zat besi dibutuhkan sampai 9 bulan
- Masa Postpartum (3 bulan): cukup 1 kali perhari suplementasi zat besi
- Bayi cukup bulan (4 bulan – 2 tahun) berdasarkan rekomendasi IDAI 2011: 2mg/kg BB/hari suplementasi zat besi.
www.maltofer.combiphar.com
www.maltofer.combiphar.com

Keunggulan Maltofer sebagai suplemen zat besi yaitu dengan kandungan zat besi Iron (III) Polymaltose Complex, melepaskan kandungan zat besi secara aktif dan terkontrol sesuai kebutuhan ke dalam tubuh sehingga tidak terjadi penumpukan zat besi.

Efek samping tentu minimal.  Maltofer adalah  body friendly iron dimana Iron Polymaltose Complex diserap secara aktif dan terkontrol sehingga tidak menimbulkan kelebihan zat besi yang dapat menyebabkan mual, luka lambung, gangguan jantung & sembelit.

Asyiknya lagi, Maltofer mengandung rasa cokelat.  Selain itu juga aman dikonsumsi bersama makanan & minuman.
Maltofer tersedia dalam 4 bentuk:
-    Maltofer Fol:  Diperkaya asam folat untuk ibu hamil
-    Maltofer Chew: tablet kunyah pertama untuk segala usia
-    Maltofer Syrup: kemasan sirup 150 ml  bisa untuk anak dan dewasa
-    Maltofer Drops: Kemasan tetes isi 30 ml untuk bayi & anak
berfoto di booth foto Maltofer

Tuh kan, ikutan acara Maltofer ternyata banyak pengetahuan tentang kesehatan khususnya tentang anemia & kebutuhan zat besi pada tubuh bisa kita dapatkan.  Yuk, kita cukupi kebutuhan zat besi pada tubuh baik dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi plus Maltofer.
 
Pengen kepo’in lebih lanjut tentang anemia & Maltofer?  Klik aja Maltofer . Banyak artikel tentang kesehatan terkait asupan zat besi, efek buruk pada tubuh akibat kelebihan zat besi juga cara mengetahui kekurangan zat besi pada laman Friendly Iron Education.

#maltoferwomancommunity #maltofer #maltoferindonesia #combiphar

💟💟💟
Sekilas tentang COMBIPHAR

Maltofer diproduksi oleh perusahaan farmasi Combiphar.  Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1971, berlokasi di Padalarang, Jawa Barat dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahan farmasi dari 19 negara melalui kerja sama lisensi & joint venture. Sebagai perusahaan farmasi, Combiphar sudah memproduksi dan memasarkan 200 merek obat baik resep dan bebas untuk kebutuhan kesehatan bagi masyarakat.  Combiphar berkantor pusat di Jakarta dan juga di awal tahun 2013 berhasil memperoleh sertifikasi Therapeutic Goods Administration (TGA) dari Kementerian Kesehatan Australia. Keren kan!

Combiphar pun mengadakan berbagai macam acara untuk edukasi terkait kesehatan bagi masyarakat.  Salah satu contohnya adalah acara Maltofer Woman Community yang membahas “Peran Penting Zat Besi dalam 1000 Hari Kehidupan Pertama (Golden Age)”, diselenggarakan di berbagai kota.  Salah satunya termasuk kota Banjarmasin.

Demikianlah peran Combiphar dalam membantu pemenuhan kebutuhan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Komentar

  1. Wah acaranya sangat bermanfaat ya. Dibekali dengan pengetahuan yang sesuai soal kesehatan. Combiphar ini memang merek yang sudah terkenal bagus kok. Dia keren juga bikin inovasi obat zat besi yang mengandung rasa coklat. Biasanya orang kalau minum obat, apalagi yang sebenarnya penting untuk tubuh seperti zat besi, suka ogah karena aroma dan rasanya.

    BalasHapus
  2. Eeeeeeeh.....ada Maltofer Chew, alhamdulillah, sangat berguna untuk saya yang tak suka minum obat ini, wkwkwk.

    Beneran untuk segala usia kh Mbak? Untuk bayi 1- 2 tahun boleh tak ya?

    BalasHapus
  3. Andai dari dulu rutin minum maltofer ini mungkin nggak perlu opname dua kali deh aku hahahha. Tapi bener banget kekurangan zat besi benar-benar nggak nyaman. Apalagi bagi yang hamil dan menyusul. Ayoo ah jgn segan nambah asupan zat besi agar gak anemia

    BalasHapus
  4. Jadi ga perlu jadi Iron Man kan biar ga kekurangan zat besi, cukup makan bergizi dan minum suplemen Maltofer, good bye anemia hihi

    BalasHapus
  5. waah aku merasa perlu nih buat cek HB dan tensi nih kayanya... padatnya aktivitas dan selalu tidur larut kayany berpengaruh banget ke kesehatan.
    Jadi pengen cobain maltofer chew deh.

    BalasHapus
  6. Dulu pas hamil gak tahu kekurangan zat besi atau tidak. Tapi sempat 2x hampir pingsan di tempat umum. Gak sampai gak sasar sih cuma tiba2 lemas jatuh gitu aja hehe

    BalasHapus
  7. lewat acara ini ulun jadi tahu kalau kekurangan zat besi. selama ini dikira darah rendah aja. alhamdulillah dapat ilmu juga

    BalasHapus
  8. Wah acaranya seru juga.

    Kayanya aku perlu coba nih, soalnya darah rendah dan suka pusing 😭

    Salam,

    www.rizkyashya.com

    BalasHapus
  9. Padahal pengen ikut event juga tp apa dayalah, baru sampe bjm sore harinya. Huhu :(

    Pengen ikut cek kesehatan juga, mana seru banget lagi ya acaranya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Thank u ya untuk komentarnya. Jangan bosen mampir ke blog ini.

Postingan populer dari blog ini

Let's Grow Happy!

Peran Kaum Milenial dalam Pariwisata Global

Stay Alive for nge-Blog #FBBKolaborasi