8 Hal Sunnah yang Afdhol di Hari Raya Idul Fitri

(*Sumber: Khaleejtimes.com

Gema takbir hari raya pun menggema saat memasuki bulan Syawal. Nah, Sobat Emak, apa saja hal-hal sunnah yang diutamakan untuk dilaksanakan saat memasuki hari raya Idul Fitri nan suci ini?

Sebelum menunaikan shalat Idul Fitri, sebaiknya :

Mandi Sunnah sebelum Menunaikan Shalat Ied

(*Sumber: Ronaca.com

Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fitri sebelum ia berangkat pagi ke tanah lapang (HR. Malik dalam Al-Muwatho’ 426.  Imam Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih). 

Makna atsar yaitu menurut istilah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari shahabat dan boleh juga disandarkan terhadap perkataan Nabi Muhammad SAW.

Jadi, silakan mandi sunnah lebih dulu dengan niat sebagai berikut:



Nawaitul ghusla liyaumi 'iidil fithri sunnatan lillaati ta'aala

Mengenakan Pakaian Terbaik

(*Sumber: pinterest.com

Pakaian terbaik tentunya adalah pakaian yang masih layak pakai, bersih dari hadas baik kecil maupun besar dan syar’i (tidak memperlihatkan aurat). Selain itu silakan menggunakan wewangian.

“Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, Rasullullah bersabda memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak

Bagaimana dengan para muslimah terkait menggunakan wewangian?  
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi tampak bau harumnya. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.” (HR. Baihaqi)

Dari hadis tersebut sebenarnya muslimah dibolehkan menggunakan wewangian asalkan tidak berlebihan.  Seandainya ingin wangi yang cetar membahana lebih baik hanya digunakan di rumah di mana menggunakannya hanya untuk suami.

Jangan Lupa Sarapan


(*Sumber: cemilan.com

Sebelum berangkat shalat Ied disunnahkan sarapan lebih dulu. Kalau memang nggak terbiasa sarapan dengan makanan full, boleh deh ngeteh or ngupi plus beberapa buah kue kering atau seiris bolu.
Dari Anas bin Malik radliyallahuanhu berkata, “Rasulullah tidak berangkat pada Idul Fithri hingga beliau memakan beberapa kurma. “(HR. Bukhari)

Sepulang shalat Ied baru deh puas-puasin makan besarnya hehe😍

Lantunkan Takbir Hari Raya Idul Fitri

(*Sumber: bincangsyariah.com

Sebelum shalat Ied maka lantunkanlah takbir hari raya berulang-ulang.  

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّر حَتَّى يَأْتِيَ المُصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْر
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha ilallah wallahu akbar. Allahu Akbar walillahil hamd (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya).

Demikian sebagaimana  takbir Ibnu Mas'ud.


Tiba saatnya menunaikan Shalat Idul Fitri. Rasulullah mensunnahkan untuk:


Menunaikan Shalat Idul Fitri di Tanah Lapang

(*Sumber: posmetro.info

Nabi menganjurkan shalat di tanah lapang agar mampu menampung para jamaah yang jumlahnya banyak.  Bila dilaksanakan di dalam mesjid pun sebenarnya tidak apa-apa.

Tidak Shalat Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Ied

(*Sumber:medcom.id

Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah SAW melaksanakan shalat Idul Fitri sebanyak dua raka’at.  Beliau tidak melakukan shalat sunnah baik qabliyah ataupun ba’diyah ‘id.” (HR. Bukhari no.964

Ambil Jalan Berbeda Saat Pergi & Pulang Shalat Ied

(*Sumber: sabaseo.com

Dari Jabir radhiyallahu’anhu, “ia berkata Nabi SAW ketika berada di hari Ied, beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang.” (HR. Bukhari no.986)

Saling Mengucapkan Selamat Hari Raya

(*Sumber: serumpi.com

 Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Taqabbal ya karim. 

Demikian ucapan selamat yang kita ucapkan pada sesama saudara seiman, karib dan kerabat. Ucapan selamat tersebut sebenarnya doa bagi kita dan orang yang kita berikan selamat hari raya Idul Fitri.

Baidewei, sudah ditunaikan belum Zakat Fitrah-nya? Segera ditunaikan ya, bisa dua atau sehari sebelum masuk bulan Syawal atau sejak terbit fajar hingga mendekati pelaksanaan waktu shalat Ied.

Baiklah, Sobat Emak. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga beserta karib kerabat.

Komentar

  1. gak kerasa idul fitri udah lewat aja. sebelumnya minnal aidzin walfaidzin ya. mudah-mudahn jadi orang yang lebih baik lagi..

    BalasHapus

Posting Komentar

Thank u ya untuk komentarnya. Jangan bosen mampir ke blog ini.

Postingan populer dari blog ini

Let's Grow Happy!

Acer Day 2018 Attack Banjarmasin dengan Meluncurkan Swift 3 dan Berbagai Laptop Gaming Terbaru

Blooming Up & More Shining!