Burinik Unda

^lifestyle blogger^

Islam Kelola Minyak Rakyat


"Minyak dan Gas Bumi merupakan sumber daya alam strategis tak terbarukan yang terkandung di dalam wilayah hukum pertambangan Indonesia merupakan kekayaan nasional yang dikuasai oleh negara," bunyi pasal 4 ayat 1 pada UU no. 22 tahun 2001 tentang pengelolaan minyak & gas bumi di Indonesia.

UU no.22 tahun 2001 tersebut sebenarnya menjabarkan UUD 1945 pasal 3 "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya oleh negera dan dipergunakaan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat." Kenyataannya justru sektor hulu dan hilir dari pertambangan migas khususnya minyak bumi tidak hanya dikuasai oleh negara namun juga pihak swasta yang notabene adalah korporasi multinasional.

Ada 9 korporasai multinasional (tiak termasuk Pertamina) yang bergerak pada sektro tambang minyak bumi di Indonesia yaitu Chevron Pacific Indonesia dengan hasil 308.523 barel per hari (bph), Total E&P Indonesie 66.053 bph, PHE ONWJ 36.854 bph, CNOOC SES LTD 34,005 bph, Conoco Philips Indonesia Ltd 30,641 bph, Mobil Cepu Ltd 27.104 bph, Chevron Indonesia 19.244 bph, PHE WMO 18.607 bph dan Petro China 15.406 bph (http://bisnis.liputan6.com/read/833118/10-perusahaan-pengeruk-minyak-terbesar-di-ri).
, ,

Benarkah Banua Kita Dicengkeram HIV/AIDS


“Lima besar kasus HIV/AIDS di Kalsel adalah Banjarmasin 242 kasus, Tanah Bumbu 232 kasus, Banjarbaru 89 kasus, Kotabaru 48 kasus dan Banjar 23 kasus.  Ada 745 ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) yang tercatat hingga 2013,” www.antarakalsel.com (15/4/2014) memberitakan mengenai perkembangan HIV/AIDS di banua kita.     
Sungguh memprihatinkan !
, ,

Keren Itu Tanpa HIV/AIDS




Woi, ada yang tahu kalo tiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS sedunia? Eh, kalo udah tahu dan sering memperingati, tapi kok pengidap HIV/AIDS makin meningkat ya jumlahnya? Ini ironis. Seharusnya, semakin kita paham tentang hal yang membahayakan hidup kita dan selama kita bisa menghindarinya udah jelas dong kita bisa meminimalisir terjangkitnya penyakit HIV/AIDS ini. Uff.. ada apa gerangan ya? Yuk, kita cari tahu.

Angka fantastis
Memutar balik sejarah penyebaran HIV/AIDS di Indonesia, sebenarnya awalnya nih pada tahun 1983 dr. Dzubairi Djoerban meneliti 30 waria di Jakarta.  Hasil penelitian beliau dari rendahnya tingkat limfosit dan gejala klinis maka 2 orang waria didiagnosa kemungkinan menderita AIDS (spiritia.or.id). Eh ternyata, tahun demi tahun kok makin nambah ya? Bayangin dah, sekarang aja menurut data Kementerian Kesehatan (2014 dari indopos.co.id) mencapai 55.623 kasus AIDS dan 142.961 kasus HIV positif dengan persentase pengidap pada usia 20-29 tahun (32%), usia 30-39 tahun (28.4%). Kasus penularan terbanyak terjadi pada heteroseksual 61.5%, pengguna jarum suntik atau penasun 15.2%, kelahiran 2.7% dan homoseksual 2.4%. Data kematian karena HIV/AIDS sebanyak 9760 kasus. Waduw!
, ,