Pentingnya Pola Asuh dan Nutrisi untuk Kebahagiaan Anak

"Kebahagiaan berawal dari keluarga," demikian ungkap Pramudita Sarastri yang akrab dipanggil dengan nama Dita selaku Brand Executive Manager Nestle Lactogrow.

Dita pun menjelaskan bahwa kebahagiaan bagi anak tentunya start from family. "Bila Ibu & Bapak nggak happy bagaimana anak bisa happy?" Dita melontarkan kalimat tersebut pada para jurnalis & blogger yang hadir pada workshop "Grow Happy Parenting: Happy from the Inside Out".
"Keharmonisan keluarga adalah kunci kebahagiaan tersebut,"pungkas Dita. 
(*Pramudita Sarastri- Brand Executive Nestle Lactogrow
Demikian Dita mengawali acara workshop "Grow Happy Parenting" di Sarabakawa Meeting Room lantai 2, Best Western Kindai Hotel Banjarmasin, Rabu (21/8). 

Workshop ini pun sebenarnya adalah workshop yang kedua kalinya diselenggarakan di Banjarmasin.  Untuk tahun ini, workshop diselenggarakan di 8 kota di Indonesia (termasuk Banjarmasin tentu). 
Pada slide yang disampaikan oleh Dita tertulis terkait kebahagiaan : "Happiness is not a given, to grow happy is a choice we make everyday."

Bagus ya?! Nah itulah sebabnya, Nestle Lactogrow percaya agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, orang tua perlu memenuhi kebutuhan gizi dan membantu mengembangkan kematangan emosi anak. Tentunya Grow Happy tentu dimulai dari pilihan yang tepat dalam memberikan nutrisi untuk si Kecil.
--
Oya, sebenarnya Emak mau cerita juga nih.  Ini kedua kalinya Emak ikut workshop Nestle Lactogrow.  Walaupun para kontributor acaranya sama dengan tahun yang lalu, tapi untuk tahun ini tetap memuaskan. Karena selain beda tempat, beda sajian hidangannya juga, keseruannya pun beda.  Penasaran?


Nah, jadi supaya nggak penasaran baca aja terus nih cerita Emak selama ikutan workshop.
Jadi, pas awal datang, pertama melakukan registrasi.  Kemudian, lanjut ngupi cantiq.  Emak pun milih nyeduh Nescafe Goldie, seiris brownies & cemilan kacang goreng secukupnya. Yuk bawa ke meja peserta. Santuy banget dah ngikutin acara workshop sembari ngupi cantiq begini.

--
Nah, lanjut ya! Setelah Dita selesai ngejelasin slide demi slide  workshop Grow Happy Parenting ini,  lanjut kemudian dengan materi dari bu dokter cantik. Nama bu dokter yaitu DR.dr Ariani Dewi Widodo, SP.A(K). Selain dokter spesialis anak, Emak kan jadi follower di IG beliau nih, wah ternyata jam terbangnya juga udah tinggi lo! Menjadi dokter anak itu sudah pasti.  Nah selain itu juga sering ngisi acara terkait kesehatan anak, dan seterusnya.
(*DR.dr. Ariani Dewi Widodo, SP.A(K)

"Semua penyakit berasal dari usus menurut Hipocrates," ujar dr.Ariani saat menyampaikan slide materinya. "Maka semestinya 'bakteri baik' harus 85% melindungi saluran pencernaan," tambahnya lagi. Ia menjelaskan tentang Lactobacillus reuteri termasuk bakteri baik yang berguna:

1. Mempersingkat durasi diare akut
2. Membantu mengatasi sembelit/konstipasi
3. Baik untuk kolik bayi
4. Menghasilkan vitamin B12 untuk perkembangan otak
5. Sebagai probiotik yang berperan mengubah suasana hati
6. Memengaruhi fungsi kognitif.

"Kesehatan saluran cerna mendukung tumbuh kembang anak agar optimal.  Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memastikan makanan yang dikonsumsi bergizi seimbang dan mengandung probiotik agar membantu nutrisi dapat terserap dengan lebih baik. Di antara sekian banyak probiotik, Lactobacillus reuteri merupakan salah satu jenis yang telah teruji secara klinis, aman dan bermanfatt bagi tubuh.  Pemberian probiotik dapat dilakukan melalui susu atau makanan yang difermentasi seperti tempe dan yoghurt,"jelas dr.Ariani.

Materi dari beliau pun diselingi dengan games yang menguji kecerdasan para peserta terkait nutrisi & kesehatan saluran cerna.  Para peserta harus dengan cepat menjawab pertanyaan ataupun memilih jawaban melalui gadget kami masing-masing dengan mengakses web khusus yang sudah disetting untuk kuis online.

Paling berkesan dari materi yang disampaikan oleh dr. Ariani adalah tentang kolik pada bayi.  "Ibu-ibu yang tidak paham tentang kolik ini cenderung stress saat bayinya terserang kolik.  Ditambah dengan sindrom baby blues, akhirnya ada ibu yang membekap mulut bayinya dengan bantal karena bingung plus stress akibat bayinya yang menangis terus-menerus. Di satu sisi juga ada yang malu dan tidak enak dengan tetangga, karena dikira sedang kdrt dengan bayinya.  Padahal si bayi sedang kolik. Akhirnya si ibu menyembunyikan diri bersama bayi di dalam lemari untuk meredam suara tangisan." Beliau pun mengatakan kolik sebenarnya bisa disembuhkan diantaranya dengan menjaga kesehatan saluran cerna si Kecil.
(*Emak jangan jajan mulu ya, jaga saluran pencernaannya ya Mak

Materi selanjutnya disampaikan oleh psikolog Elizabeth Santosa, M.PSi,Psi, SFP, ACC yang akrab disapa mbak Lizzie. Materi yang ia sampaikan berjudul "Maximizing Parental Role In Nurturing Children Happiness" (artinya apa ya? hehehe..). Yang jelas tentang membentuk emosi positif dan kebahagiaan pada diri anak. 

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh mbak Dita bahwa happiness start from family, tentunya orang tua harus bahagia agar anak pun turut juga bahagia.  Resep bahagia dari mbak Lizzie yaitu 'bersyukur setiap hari & detail tentang apa-apa yang disyukuri'.  Kalo menurut Emak nih, maksudnya jangan remehkan hal-hal kecil yang terjadi dalam keseharian karena bisa jadi hal tersebut adalah yang patut disyukuri.  Misalnya ngiris bawang merah udah ahli jadi mata pun gak pake perih & berair, kan Alhamdulillah banget itu hehe.

Mensyukuri hal-hal secara detail ini tentunya akan membuat kita bahagia.  Jadi tentu meningkatkan emosi positif pada diri baik kita juga anak. Selain itu selalu tersenyum dan menanyakan apa kabar baik hari ini setiap harinya.  Wah, asyik juga ya.

Pada slide mbak Lizzie juga ada kutipan-kutipan tentang "Why Growing a Happy Child is Important?"
 "Seorang anak yang dicintai dan memiliki pola asuh yang baik sejak dini, akan memiliki hippocampus 10% lebih besar, yaitu bagian otak yang penting untuk proses belajar, memori, respon terhadap stress.  Secara umum, dapat diasumsikan bahwa masa kecil yang dipenuhi cinta ibu adalah masa kecil yang bahagia." -Joan L.Luby (2012),Professor Child Psychiatry-

"Kesehatan emosional atau kebahagiaan di masa kecil adalah hal yang paling tepat untuk memprediksi life satisfaction dan well-being pada orang dewasa. Hal ini paling berpengaruh daripadahal lainnya seperti prestasi, pekerjaan atau kekayaan."- Professor Richard Layard (2013)-

(*Psikolog Elizabeth Santosa,M.PSi,Psi,SFP,ACC

Mbak Lizzie pun membagikan tips "Bagaimana Membesarkan Anak Agar Tumbuh Bahagia?"
1.Makanlah makanan bergizi tiap waktu
2.Optimalkan waktu bermain & eksplorasi
3.Tunjukkan ekspresi emosi positif
4.Cukup waktu tidur
5.Berikan cinta tanpa syarat (unconditional love)
6.Antusias saat mendengar (active listening)
Beliau pun mengarahkan untuk mempraktikkan hal-hal simpel agar terbentuk emosi positif pada anak dan tentunya akan membuat anak mampu bersyukur pada hal-hal yang sederhana. Bersyukur tentunya akan membuahkan rasa bahagia.

Jadi praktikkan hal-hal simpelnya yaitu:
1. Tanyakan kepada anak setiap hari, "Ada kabar baik apa?"
2. Ekspresikan hal-hal baik yang terjadi dalam kegiatan sehari-hari orangtua kepada anak.
--



Kelar materi dari mbak Lizzie, nah ternyata lanjut games nih untuk para peserta workshop. 
Gamesnya yaitu menyajikan hidangan bergizi untuk anak tapi bikinnya dari lilin mainan alias playdoh. Seru banget dah! Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok terus saling kerjasama. Hasil karya antar kelompok pun dinilai oleh para juri yaitu mbak Dita, bu dr.Ariani & mbak Lizzie. Alhamdulillah kelompok Emak dapet juara dua. 
Hidangannya ala bento gitu dan nggak ketinggalan juga menjadikan susu sebagai salah satu menu.


(*Congrats! Juara 2!

Yuk, tersenyum setiap hari, bersyukur pada hal-hal detail & sederhana karena happiness start from family!


Thanks for sharing ya Mbak Dita, Bu dr.Ariani & Mbak Lizzie. Lets Grow Happy!

Baca juga:

Komentar

  1. Asli seru ya mbak acara ini, aku senang banget dapay ilmu tambahan di event ini dan senang sama psikolognya. Hehe

    BalasHapus
  2. Waaah nyeselnya kemaren gk jadi dateng gara2 ada acara kantor yang gk bisa dateng. Padahal aku suka event parenting gini buat bekal pas nikah nanti.

    BalasHapus
  3. Lumayan sedih gak bisa ikut event ini kemarin karena masih galau gak pernah ninggalin anak bayi lama di rumah haha. Padahal sekarang padahal ilmunya cocok banget buat saya sebagai ibu dengan anak bayi yang juga sudah minum susu formula.
    Setelah baca tulisan di sini, jadi pengen coba lactogrow buat anak :D

    BalasHapus
  4. Entah kenapa saya senang sekali kalau mendengar slogan Lactogrow "grow happy" ini. IMO, grow happy memang penting sekali untuk tumbuh kembang anak. Senangnya setiap tahun Lactogrow ngadain acara untuk mengingatkan emak-emak tentang pentingnya grow happy ini ��

    BalasHapus
  5. Dua kali sudah mengikuti acara ini...dan hasilnya luar biasa. selalu menambah semangat untuk menciptakan ortu yang bahagia biar bisa menularkan kebahagiaan buat anak-anak dan orang s ekitar k. semoga kita semua bisa yaa..

    BalasHapus
  6. Selain nutrisi ternyata pengaruh pola asuh dan keharmonisan kluarga juga penting ya .. Sayang ga bisa ikut kemarin hehe Semoga tahun depan ada lagi dan bisa ikut :D

    BalasHapus
  7. Pr besar ya buat kita selaku ibu utk menjamin saluran cerna anak dalam keadaan sehat selalu. Beruntungnya mba mia bs ikut acara ini

    BalasHapus
  8. seru game-nya yaa. pas acara tahun lalu kayaknya nggak ada game ini. sayang euy nggak bisa ikutan acara yang tahun ini

    BalasHapus
  9. saluran pencernaan bukan hanya penting bagi anak, bagi orang dewasa kayak kita pun kalau saluran pencernaan jelek bakal banyak penyakit datang.

    BalasHapus
  10. Sayang banet gal bisa ikutan gabung d acara itu soalnya hari kerja huhu


    Semoga kedepannya lebih banyaka cara seperti ini dan bs konsultasi langsung 😄


    Salam,

    www.rizkyashya.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Thank u ya untuk komentarnya. Jangan bosen mampir ke blog ini.

Postingan populer dari blog ini

Let's Grow Happy!

Peran Kaum Milenial dalam Pariwisata Global

Stay Alive for nge-Blog #FBBKolaborasi