Senin, 10 September 2018

# FBB Kolaborasi # Hari Gemar Membaca

Sudahkah Kita Gemar Membaca? #FBBKolaborasi

Di era digital saat ini tentunya wujud buku pun sudah bertransformasi dalam bentuk digital yaitu electronic book (e-book). Akan tetapi wujud buku sebenarnya tidak pernah bisa tergantikan.Sehingga E-Book adalah bentuk alternatif yang menjadi pilihan bagi pembaca yang ingin menikmati bacaan dalam bentuk digital. Membaca e-book tentunya memerlukan perangkat elektronik  baik berupa gawai, tablet dan komputer.

Para penerbit buku pun berlomba menerbitkan berbagai karya para penulis sehingga dalam jagad pustaka baik itu toko buku maupun perpustakaan mereka pun menyediakan layanan untuk penjualan serta peminjaman buku & e-book.  Bahkan, ada pula situs maupun blog yang menyediakan e-book secara gratis untuk diunduh. 

(sumber gambar : mybooks.in)



Untuk bulan September 2018, #FBBKolaborasi pun akhirnya ketuk keypad untuk mengupas tema tentang Hari Gemar Membaca. Why? Karena, pada 14 September 1995 ternyata dicanangkan oleh Presiden Soeharto sebagai Hari Gemar Membaca.  Tapi sebenarnya, bulan September sendiri dijadikan sebagai Bulan Gemar Membaca juga Hari Kunjungan Perpustakaan. 

Tujuan dari dicanangkannya Hari Gemar Membaca termasuk Hari Kunjungan Perpustakaan ini adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia -yang konon masih tertinggal dibanding negara-negara lain.

Tentu ada keterkaitan dong ya? Agar tumbuh kegemaran membaca tentunya kan harus ditunjang dengan keberadaan buku itu sendiri. Perpustakaan pun menjadi tempat pilihan untuk membaca & meminjam berbagai jenis buku. Gerakan literasi bahkan hingga kini di Indonesia tidak hanya pada perpustakaan aja.  Ada individu-individu juga komunitas yang membuka taman bacaan, bahkan ada juga perpustakaan keliling! Perpustakaan provinsi biasanya menyediakan mobil khusus yang membawa berbagai judul  buku dan secara terjadwal mengunjungi sekolah-sekolah.

(sumber gambar : disarpus.klungkungkab.go.id)


Pernah dengar tentang perpustakaan jalanan? Nah, ada nih masyarakat yang peka literasi. Mereka pun menggelar perpustakaan jalanan. Biasanya ada di area car free day dan ruang publik.

(sumber gambar: solo.tribunnews.com)



Selain taman bacaan juga ada kafe buku (kafe yang sekaligus sebagai perpustakaan). Keren ya! 

Apalagi kalo disedian kasur gitu. Aduh, nikmatnya baca buku sambil tengkurap atau setengah rebahan dengan posisi nyender di dinding beralaskan bantal empuk. Ditemani cemilan & minuman favorit plus backsound alunan musik instrumental. Kayak gini nih makanya jadi enjoy baca bukunya, klop lah kalo kemudian GEMAR MEMBACA. 😅

(sumber gambar: dining.grivy.com)

Ternyata, walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mencanangkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di bulan September, tepatnya 23 Agustus 2016 untuk kota Banjarmasin. Tentu saja hal ini ada hubungannya dengan meningkatkan minat baca.  

(sumber gambar: pinterest)

GLS merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Gerakan tersebut bertujuan menjadikan sekolah-sekolah agar memiliki budaya membaca setara dengan sekolah-sekolah di negara maju ( http://kalsel.prokal.co/read/news/4956-walikota-banjarmasin-ibnu-canangkan-gerakan-literasi-sekolah.html ).

Itu sebabnya di sekolah-sekolah ada program 'membaca selama 15 menitbuku-buku selain buku pelajaran.  Buku-buku yang dibaca ada yang merupakan hasil donasi dari penerbit buku, komunitas, dari perpurstakaan sekolah atau dibawa sendiri oleh para murid.

Seperti yang diadakan oleh penerbit Erlangga di bulan September 2017, sebagai bentuk CSR , mereka mengadakan Reading Day dan membagikan berbagai judul buku untuk murid SD Pemurus Dalam 3 Banjarmasin. Selain ada kegiatan membaca di teras sekolah, juga diadakan lomba bercerita berdasarkan cerita pada buku-buku yang dibagikan 

(sumber gambar: pinterest)


Saya sempat terpana begitu tahu bahwa ada penelitian yang menyatakan bahwa Indonesia masih  saja tertinggal terkait hal kegemaran membaca. Berdasarkan penelitian dari "Most Literred Nation in the World 2016" yang dilakukan oleh Jhon W. Miller, Presiden Central Connecticut State University, New Britain ternyata Indonesia meraih peringkat 60 loh dari 61 negara di dunia! (http://pustakawanjogja.blogspot.com/2016/03/peringkat-negara-literasi-di-dunia-no-1.html)

Baidewei, gimana caranya supaya gemar membaca?  Mumpung momennya pas dengan Hari Gemar Membaca, so saya share tips pribadi saya bersama #FBBKolaborasi, ya.



TIPS GEMAR MEMBACA  ALA MIA UMMU VICI

1. Merasa 'memerlukan' & 'menginginkan' : Contohnya aja ambillah kondisi sedang mengerjakan tulisan.  Tulisan kan perlu bahan tuh ya. Nah, bahannya tentu aja dari bahan bacaan, bisa buku atau artikel yang didapat dari majalah atau koran. Karena ada rasa memerlukan & menginginkan, tentunya harus membaca kan? 

2. Killing time : Yap, membunuh waktu di kala menunggu motor kelar diservis atau saat nunggu makanan yang diorder sewaktu makan di rumah makan tapi belum juga diantar ke meja kita, dan seterusnya. Pergunakan aja waktu tersebut untuk membaca. Membaca apa? Banyak dong! Ada tuh yang hobi sangu buku di dalam tasnya untuk dibaca, ada juga yang mencukupkan gawai untuk membaca berbagai informasi secara online maupun e-book.

3. Bikin book discussion : Keren loh kalo bisa ngadain diskusi mengenai buku-buku yang kita baca. Kita bisa menyelami pemikiran sang penulis buku tersebut. Bahkan kadang kalo diskusi tentang novel sampailah pada masalah novel ini yay or nay untuk diangkat ke layar lebar.

Selama ini tiga poin itulah yang menghiasi hari-hari saya.  Makanya disini saya agak mempertanyakan juga, bener nggak sih minat membaca dari masyarakat Indonesia itu rendah? 

  • Karena dengan eksistensi gawai, menurut saya minat masyarakat untuk mendapatkan informasi dengan membaca pada apa-apa yang tersaji di gawai itu lumayan lah.  Walaupun masih ada sisi kelemahan yaitu dari kemampuan memfilter hal-hal yang mereka baca.
  • Book fair pun kini sudah sering pula diadakan.
Di satu sisi, semoga dari berbagai bahan bacaan yang ada harap diperhatikan juga apakah berisi konten yang layak baca sesuai sasaran yang dituju.  

(Sumber gambar: pinterest)


Why? Karena menurut saya pribadi misalnya bahan-bahan bacaan tersebut ditujukan untuk remaja tetap harus diseleksi apakah isi buku memang layak untuk remaja. Jangan sampai justru teenlit cinta-cinta'an nan vulgar yang justru ada di perpustakaan sekolah ataupun keliling yang mengunjungi sekolah anak kita.



Ok, Happy Reading all. 






  

10 komentar:

  1. Selamat bulan gemar membaca mba Mia. Iya, miris sekali ternyata peringkat Indonesia hampir juru kunci, hiks. Budaya membaca buku masih kurang, makanya ga heran netizen mudah julid ya, bacaannya sedikit judgingnya nyelekit :D astagfirullohh

    BalasHapus
  2. Tips 1&2 sdh dilakoni, yg no.3 belum kuat 😬

    BalasHapus
  3. Wah keren ya di Banjarmasin sudah ada Gerakan Literasi Sekolah.

    Kalau di Amuntai, book fair memang mulai semakin sering diadakan, tapi imo, pengunjungnya masih sepi. Masih jauh kalah ramai dibandingkan pengunjung taman atau siring itik 😅

    Btw, selamat bulan gemar membaca yaaa, happy reading \^_^/

    BalasHapus
  4. Kadang kalau lihat bazar buku itu suka sedih karena pengunjungnya sedikit dan bukunya juga kondisinya jelek. Tapi kalau rajin bekikih bisa aja sih ketemu buku bagus di situ

    BalasHapus
  5. Iya niih.. Penasaran hari GLS nanti ada acara apa ya di sekolah anakku nanti. Kayaknya emaknya bakal jalan ke perpus lg kali aja ada bagi2 buku gratis. Haha. Colek2 ya mba kalau ad info soal acara menarik dalam rangka GLS di Banjarmasin nanti.. :)

    BalasHapus
  6. Satu hal yang bikin diriku salfok adalah domainnya... Ciye TLD. Selama yak mbak. Hal kedua yang aku simpulkan mbak suka banget ya sama kucing dan juga buku. Anyway, program GLS itu gagasan yang brilian.

    BalasHapus
  7. Wah, program-program pemerintah kita bagus-bagus ternyata. Tinggal kita saja yang harus lebih mempopulerkannya supaya demam membaca mewabah di sekitar kita.

    BalasHapus
  8. Baru tau ada program GLS yang dibikin walikota pada tanggal 23 september, jadi penasaran sama programnya hehe

    Perpustakaan jalanan 😁 nisa sering belapak di depan buku tu untuk mencari buku yang disuka, tapi nisa kdang miris, banyak orang yang gak peka sama program seperti ini huhu 😭

    BalasHapus
  9. Wah, aku terkejut loh ternyata Indonesia urutan ke 60 :((

    Aku jadi mmebayangkan punya cafe yang ada perpustakaannya, trus ada ruang baca atau ya minimal desainnya sofa biar bisa setengah berbaring. Wah enak banget tuh hahaha

    Aku biasanya juga gitu sih, waktu menunggu itu emang paling tepat buat sambil baca. Baca ebook, artikel atau apapun itu pokoknya membaca.

    BalasHapus
  10. Seneng banget pemda Kalsel sekarang mulai memperhatikan minat baca masyarakatnya. Mulai banyak bazaar buku, diskusi buku, dll. Trus mulai banyak juga komunitas buku di Kalsel yg bermunculan. Semoga minat baca masyarakat Indonesia, khususnya Kalsel, semakin meningkat. Amiiin.

    BalasHapus

Thank u ya untuk komentarnya. Jangan bosen mampir ke blog ini.

Follow Us @soratemplates