Rabu, 14 Maret 2018

# daulah # day

Bahagiaku Sederhana

Aku tercenung saat mengetahui bahwa ada Hari Kebahagiaan Sedunia.  What?

Bisa jadi memang aku yang kudet atau sang pemrakarsa Hari Kebahagiaan tersebut yakni organisasi dunia Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) kurang booming sosialisasinya. PBB ternyata mencanangkan 20 Maret sebagai Hari Kebahagiaan Sedunia (International Day of Happiness) tepatnya di tahun 2013.

http://www.wellnesscoachingaustralia.com.au/_blog/Wellness_Coaching_Australia%27s_Blog/post/why-measure-happiness/
ilustrasi:wellness coaching Australia




Sebenarnya masalah kebahagiaan dunia include penduduknya adalah hal yang sangat penting.  Aku nggak habis pikir sebenarnya.  Kenapa di tahun 2013 justru baru peka bahwa kebahagiaan itu penting?  Negara-negara yang terlibat konflik hingga terkena boikot dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya, peperangan yang melanda, rendahnya tingkat pelayanan negara dalam melayani rakyatnya, hancurnya biduk  rumahtangga, kriminalitas yang merajalela, kemiskinan, diskriminasi SARA dan seterusnya sudah terjadi sejak dulu kala.  Hal-hal tersebut sudah jelas membuahkan rasa tidak bahagia pada penduduk dunia.

ilustrasi: beranisehat.com


Di bulan September 2000, PBB meluncurkan program Millenium Development Goals (MDGs) yaitu Tujuan Pembangunan Milenium dengan delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015 lalu.  Indonesia termasuk dari 189 negara yang turut serta berkomitmen dalam MDGs.  Target MDGs sendiri adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.  Tingginya kesejahteraan rakyat tentunya diharapkan berbanding lurus dengan kebahagiaan.  Apa saja sih delapan butir poin MDGs?

1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim
2. Pemerataan pendidikan dasar
3. Mendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan
4. Mengurangi tingkat kematian anak
5. Meningkatkan kesehatan ibu
6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Melalui pencapaian MDGs ini bisa terbaca ‘bahagia atau tidaknya’ sebuah negara sesuai ketentuan dari PBB. Indikator negara yang bahagia menurut PBB adalah pendapatan per kapita, dukungan sosial, hidup yang sehat, kebebasan sosial, kedermawanan, dan level korupsi.  PBB sendiri sebenarnya menerbitkan World Happiness Report pertama kali tahun 2012 sebagai acuan aksi kebahagiaan sedunia ini dan diterbitkan setiap tahun.  World Happiness Report ini diharapkan menjadi pengingat bagi negara-negara di dunia (pemerintah, masyarakat sipil & lembaga/komunitas) untuk meningkatkan indikator kebahagiaan dalam membuat kebijakan.

 Kemudian pada 21 Oktober 2015, PBB meluncurkan program lanjutan yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang berisi 17 butir tujuan dan ditargetkan tercapai pada 2030. SDGs menuntut partisipasi rakyat dalam mencapai 17 butir tujuan tersebut, yakni:

1. Tanpa kemiskinan
2. Tanpa kelaparan
3. Kesehatan yang baik & kesejahteraan
4. Pendidikan berkualitas
5. Kesetaraan jender
6. Air bersih & sanitasi
7. Energi bersih & terjangkau
8. Pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak
9. Industri, inovasi & infrastruktur
10. Mengurangi kesenjangan
11. Keberlanjutan kota dan komunitas
12. Konsumsi dan produksi bertanggung jawab
13. Aksi terhadap iklim
14. Kehidupan bawah laut
15. Kehidupan di darat
16. Institusi peradilan yang kuat dan kedamaian
17. Kemitraan untuk mencapai tujuan

Akhirnya negara-negara bahagia berdasarkan indikator menurut PBB pun diumumkan setiap tahunnya sejak Hari Kebahagiaan Sedunia dicanangkan.  Di tahun 2017, Norwegia adalah negara bahagia pada peringkat pertama.

Bagaimana dengan negara-negara Asia, khususnya Indonesia?  Ternyata Indonesia duduk di peringkat 81.  Berada di atas Kamboja (129), Myanmar (114) dan Vietnam (94).  Di bawah peringkat Singapura (26), Thailand (32), Malaysia (42) dan Filipina (72).  Nanti bisa kita lihat untuk peringkat negara-negara bahagia tahun 2018 di akun Twitter resmi @actionhappiness.

Wah, ternyata kebahagiaan pun terkait dengan hal-hal yang politis.


ilustrasi: khan academy


Aku pribadi sebagai muslim sebenarnya menilai kebahagiaan itu cukup dengan mampu hidup dalam naungan Islam.

Why? 

Di situlah menurutku letak kebahagiaan bagi seorang muslim yaitu bisa beraktivitas sesuai syariat Islam. Selain itu menurutku Islam telah memiliki tuntunan yang lengkap dalam mengatur masalah kehidupan. Berhijab syar’i lengkap dengan cadar tidak ada yang melarang, ber-ekonomi tanpa riba menjadi kewajiban, tidak was-was lagi mengonsumsi makanan-minuman-kosmetik mengenai halal & haramnya karena sudah dijamin halal, punya pemimpin mulai negara sampai rumah tangga sama-sama muslim & kompeten dalam masalah kepemimpinan serta hidup dalam negara yang benar-benar melayani rakyat dengan amanah dan seterusnya.

Bahagiaku itu sederhana yaitu mampu taat kepada syariat & meraih ridho Illahi.

Bagaimana dengan kamu?


ilustrasi: salimiye mosque
Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Collaboration Female Blogger of Banjarmasin



8 komentar:

  1. Merindukan masa2 itu ya Kak... Semoga datang lebih cepat (walau itu artinya kiamat juga semakin dekat). Semoga kita termasuk orang2 yang terselamatkan di dalamnya.. Aamiin

    BalasHapus
  2. Sepakat... Bahagia secara spiritual itu pondasi kebahagiaan yang lain juga menurutku. Muslim sejati pasti bahagia kalau ada ditempat yang syariat Islamnya ditegakkan :)

    BalasHapus
  3. Burung dalam sangkar emas selalu takut untuk keluar karena merasa hidupnya sudah bahagia. Padahal, kehidupan diluar sangkarlah kehidupannya sebenarnya. :) selalu setuju bahwa kebahagiaan spritual adl segalanya.

    www.shezahome.com

    BalasHapus
  4. Sepakat mba, bahagia secara keimanan itu lebih bagus, karena kalau dalam nya kita bagus pasti akan keluar yang bagus" juga 😍

    BalasHapus
  5. Sepakat denganmu Ka Mia. Kebahagiaan seorang muslim itu kalau seluruh langkahnya mendapat rido Allah Swt.

    BalasHapus
  6. Sepakat denganmu Ka Mia. Kebahagiaan seorang muslim itu kalau seluruh langkahnya mendapat rido Allah Swt.

    BalasHapus
  7. setuju, ka. sebagai muslim tentunya kita akan lebih bahagia jika bisa hidup dengan menjalankan syariat yang telah ditetapkan

    BalasHapus
  8. Sumber kebahagiaanku adalah keluarga dan me time. Tambahan sebagai muslim, kebahagiaan makin sempurna karena jiwa tenang.

    BalasHapus

Thank u ya untuk komentarnya. Jangan bosen mampir ke blog ini.

Follow Us @soratemplates