Langsung ke konten utama

Voting Tak Wakili Suara Rakyat

(Ilustrasi : okezone.com)





Sidang paripurna DPR RI pada hari Selasa 24/10/2017 akhirnya ketok palu mensahkan Perppu Ormas menjadi undang-undang.  Disahkannya perppu ini menjadi undang-undang karena voting dimenangkan oleh kubu fraksi yang mendukung perppu tersebut., yakni PDIP, Golkar, Demokrat, PKB, PPP, Nasdem & Hanura. Sehari sebelumnya 23/10/2017, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan, "Kami dari pemerintah yang penting mufakat dulu, apapun ini menyangkut ideologi Pancasila, negara punya aturan, dan Pancasila itu komitmen bukan hanya pemerintah, tapi juga anggota DPR, seluruh fraksi-fraksi seluruh partai politik saya kira sudah komitmen dengan namanya Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika (m.detik.com, 24/10/2017).


Selama sidang paripurna berlangsung, di luar gedung DPR RI berkumpul ribuan massa yang menolak Perppu Ormas ini menjadi undang-undang.  "Oleh karenanya kami akan tetap melakukan perlawanan pada keputusan ini dan perlawanan yang paling utama yang akan kami lakukan adalah jalur hukum. Kita akan berjuang kembali di Mahkamah Konstitusi tidak mengenal lelah agar UU Ormas ini bisa dibatalkan," tegas Slamet Ma'arif  Ketua Presidium Alumni 212 kepada wartawan di halaman DPR (news.okezone.com ; 24/10/2017).

Sebagai rakyat biasa, maka saya pribadi berpendapat bahwa Perppu Ormas yang disahkan menjadi undang-undang ini berpotensi membungkam suara kritis rakyat untuk mengoreksi pemerintah.  Selain itu, pemerintah pun bisa membubarkan ormas tanpa melalui jalan pengadilan bila mereka menganggap ormas yang bersangkutan mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia serta bertentangan dengan Pancasila.  Realitanya, justru apa yang dianggap bertentangan adalah penafsiran sepihak yang dilakukan oleh pemerintah dengan Hizbut Tahrir Indonesia sebagai ormas pertama sebagai 'korban' kebijakan perppu ini.  HTI sendiri dalam gerak dakwahnya justru mencoba menyelamatkan Indonesia dari cengkeraman Kapitalisme Sekulerisme yang kian menggurita. Anehnya, ormas-ormas yang justru membahayakan generasi dan separatis masih tetap ada.  Ini mengherankan!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

#FBBKolaborasi - 5 Tokoh Kartun Favorit di Masa Kecilku

Wah,FBB Kolaborasi mengambil tema di bulan November ini ternyata bikin throwback nih karena nyeritain tentang tokoh kartun favorit di masa kecil.
Let's find keseruan dalamFBB Kolaborasikali ini karena kita-kita dari FBB akan ngebahas tentang nostalgia kartun favorit di masa kecil. Waw, so sweet.

Baidewei, gimana caranya kok jadi bisa punya tokoh kartun favorit? Apalagi masa kecil saat itu kan di tahun 80’an.  Stasiun tv aja cuma satu. 

Nice question!
Jadi waktu itu saya bisa kenal dengan para tokoh kartun ini karena memang di TV pun ditayangkan film kartun.  Selain itu, hiburan di rumah Alhamdulillah ada video player.  Jadi, kaset video kartunnya biasanya nyewa di rental kaset video.  Gitu.  Nggak itu aja, bahkan sampai ada komiknya juga kaset cerita.  Baidewei.. do u know kaset? Hihihi.. the people from ’70,’80 & ’90 udah taulah pasti bentuk kaset ya.

Let's Grow Happy!

Tentu kita bisa melihat rasa bahagia yang terpancar pada wajah anak-anak kita bila ia mendapatkan sesuatu ataupun berada pada momen yang menyenangkan hatinya.  Ia tentu merasa bahagia saat mampu menikmati makanan dan minuman favoritnya.  Apalagi bila diajak ke arena bermain, ke pantai atau ke kolam renang bahkan mendapat hadiah berupa mainan yang ia idamkan. Namun, ternyata justru sebenarnya kebersamaan orangtua dalam setiap aktivitas sang anak yang justru membuat anak-anak kita ini bahagia.
But, sejenak melihat kondisi anak-anak yang berada di daerah konflik (perang & bencana alam), marjinal dan terbelakang, hati ini serasa teriris. Entahlah, dari mana mereka mendapatkan kebahagiaan dan bagaimana mereka mampu untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Diberitakan oleh Mint Press News, sekitar 85.000 balita dalam 3 tahun ini (2015 – 2018) di Yaman yang masih saja bergejolak, tewas akibat kekurangan gizi. Kondisi anak-anak di daerah konflik tentunya selain kekurangan gizi, sanitasi ya…

Acer Day 2018 Attack Banjarmasin dengan Meluncurkan Swift 3 dan Berbagai Laptop Gaming Terbaru

Siapa sih yang tak kenal brand Acer? Acer begitu populer dengan produk laptopnya.  Saya sendiri hingga kini masih menggunakan laptop Acer untuk mengerjakan aktivitas saya sebagai penulis & blogger.
Ternyata secara resmi Acer pada tanggal 16 Juli 2018 barusan mengumumkan Acer Day 2018  ( berlangsung selama 16 Juli – 18 September 2018).  Momen spesial ini  digelar serentak di 12 negara di Asia Pasifik & di 8 kota besar di Indonesia.  Kota Banjarmasin adalah salah satunya.

I feel so special bisa menghadiri acara yang digelar oleh Acer di Intro Jazz Bistro Cafe, Hotel Tree Park, Banjarmasin, Senin, 16 Juli lalu bersama teman-teman dari komunitas bloggerSpecialnya adalah karena bisa secara langsung mendapatkan berbagai informasi tentang Acer Dayini! Selain itu bisa kepoin langsung tentang produk terbaru Acer yaitu Swift 3 & Aspire 3 berprosesor AMD Ryzen Series 3,5,7 juga Nitro 5 berprosesor Intel Core generasi ke 8.